Project

Change how you see will change the way you are.

Dunia itu jika bertambah dewasa berlahan akan menjelma menjadi parodi kotor. Sebuah stand up comedy, seorang diri berada di podium dan di tuntut untuk mencuri perhatian audience. Namanya juga comedy, jadi harus lucu, tapi juga harus stand up. 
Di sini tergantung bagaimana kita melihatnya.


Shashin atau Foto

Foto adalah karya cipta dalam mengabadikan moment. Dengan hanya sedikit modifikasi dan penempatan kita akan mendapatkan gambar yang bagus. Mengabadikan sesuatu dalam perjalanan hidup kita akan menjadi sebuah kamus besar dengan banyak keindahan dalam fragmen foto.




Nada dalam Drop-D

Gitar adalah teman pertama yang ku temukan. Sederet nada yang merefleksikan apa yang ada di hati.

Menakjubkan memang, bagaimana nada itu di petik, seumpama aliran sungai, nada-nada itu tercipta dari jemari bagaikan aliran yang serupa, namun halus membawa kita hanyut hingga ke hilir, dan ekspresi itu tak ternilai. Jadi ini adalah alat yang tepat untuk para introvet seperti ku untuk berteriak keluar, entah itu tertawa atau menangis. Nada adalah topeng yang sempurna untuk mengungkapkan hal tersebut. Alih-alih perasaan kita, itu cukup elegan dan cara yang cool untuk mengungkapkan apapun, apapun yang kita rasakan.

Ada beberapa pemain gitar yang menjadi idola. Seperti : Joe Satriani, Tommy Emanuel, John Mayer, Tom Morello - Mereka adalah pemain solo gitar yang representatif, dan berhasil mentransformasikan kalimat-kalimat menjadi nada. Seharusnya sih, jangan hanya menjadikan gitar dan nada-nada yang di hasilkan nya menjadi tempat pelarian untuk segala gundah. Harusnya di pelajari dan di tekuni hingga batas maksimal, sehingga menjadi bentuk sendiri.

Nada dalam gitar itu seperti pencarian jati diri, iya bener.
Pada tahap awal kita harus mengerti dulu bagaimana gitar itu di mainkan dan di bunyikan, seperti kita harus mengerti diri kita sendiri. Kemudian melakuan pembelajaran kearah yang menjadi minat, apakah blues, apakah jazz, rock n roll atau folk. Pada tahap itu ada yang namanya pengerucutan minat. Jika langsung ke tahap yang ini, mungkin bisa memainkan di tunjang dengan banyak nya tutorial dalam zaman media online ini, tapi feel nya kosong. Seperti pencarian terhadap diri kita, kita bisa menjadi apa saja, tapi tanpa ada niat dan minat, itu kosong, serupa kepompong yang tak akan jadi kupu-kupu.

Seperti kata Tom Morello lewat gitar nya di Audioslave : " Show Me How To Live "





Sedikit ngarai di Nusantara

Konon dulu ketika semua impian masih terlihat di atas angkasa, beberapa malaikat turun tiap pagi, bersamaan dengan memudarnya pekat malam. Tiap-tiap dari mereka membawa cawan berisi jawaban doa-doa yang mereka dengar malam harinya. Mereka menyenandungkan nada-nada, yang serupa semilir angin yang di tiup rendah pada violin.

Jadi padukan lah kedua tangan mu, rendahkan lah serendah rendahnya, termasuk egomu.






le Sens de Toi

Hati Din, 
Janganlah kau remehkan, 
Kalau kau mencintai sepenuh hati, 
Gunung pun akan sanggup kau balik, 
Pun jika kau membenci sepenuh hati,
Laut akan dapat kau keringkan. 

Chat - 2019 


Agustus, 2019.

Pada sebuah perjalanan di mana banyak ter-urai makna pada setiap tapaknya, kita mencercap pemahaman yang di bawa angin. Dan mungkin itu adalah kemerdekaan, apakah perjalanan ini membawa kemerdekaan ? apakah setelah semua ini berlalu bisa di sebut merdeka ? Apakah dengan perjalanan ini bisa terbuka semua belenggu yang mengkungkung ? Sebagai manusia, sebagai pen-cinta ? sebagai makhluk fana yang senang bersolek dalam cerita ?

Merdeka dalam kiasan keseharian dimana masih kita rayakan kemerdekaan di dalam belenggu-belenggu, tafsiran tanpa batas tentang arti sederhana nya seolah tak tersentuh. Manusia. Hanya untuk memberikan kamuflase tentang betapa kita menghargainya, kita merayakan nya. Atau mungkin hanya menjadi agenda tahunan semata. Karena rasa nasionalis yang menggebu, selainya itu hambar. Manusia.

Ya, menjadi manusia itu sendiri saja sudah terbelenggu, hal mana bisa di katakan kita merayakan kemerdekaan ?. Kemerdekaan adalah sebuah prosa, kalimat, penamaan untuk sesuatu yang terlanjur di sepakati bersama. Manusia menamainya demikian, alih-alih sebuah kenyataan yang bermakna keluar dan kedalam. Secara duniawi manusia tidak akan pernah merdeka dari keinginan yang menjelma seakan kebutuhan. Di provokasi sedemikian rupa oleh molek nya iklan-iklan pada media-media. Saat ini media adalah gadget paling dekat dengan manusia, peleburan terjadi setiap detik, antara mana kebutuhan dan keinginan. Dan media itu dalam status di kontrol, tidak lagi bebas memberitakan informasi tentang kebutuhan. Karena alih-alih merdeka, kita malah terbelenggu oleh keinginan bentukan.

Demikian dengan rasa. Rasa adalah bentuk yang di picu oleh ketertarikan atau rasa ingin tahu. Manusia adalah mesin yang kompleks, yang di bekali dengan kepekaan dan kecenderungan. Psycology. Dari kompleksitas bentuk-bentuk itu manusia memiliki instrumen sendiri untuk menghasilkan hormon yang akan merangsang tindakan. Prilaku dan kecenderungan. Nah, sudah pada awalnya manusia tidak merdeka, karena rasa itu mudah di hasilkan, dari sebuah kamuflase atau pun siklus. Walaupun ada faktor X, faktor penentu terbesar itu datang dari Sang Gusti Maha Welas, ALLAH ta'alla. Dan itu tidak terdeteksi atau pun di rencankan.

Manusia pada hakikinya tidak akan merdeka, tidak akan mudah untuk menjadi merdeka. Merdeka hanya ada pada ucapan, hanya ada tulisan, menjadi jargon-jargon, menjadi kamuflase kejadian ketika kita merdeka terhadap sesuatu yang menghasilkan keterbalikan untuk sesuatu lainya.

Merdeka itu ketika seorang mahasiswa lepas toga, lepas kewajiban belajar, absen, bayar kuliah, setelah itu dia terjerat tuntutan untuk mencari pekerjaan.

Merdeka itu ketika seorang lelaki bisa melepas kan diri dari bayang-bayang kekasihnya, kemudia dia kan jatuh cinta dengan kekasih lain, dan terbelenggu.

Merdeka itu ketika seorang ayah telah selesai membiayai pendidikan anak-anaknya, akan tetapi kemudian harus menabung untuk menyiapkan pernikahan.

Merdeka dari satu jenjang akan masuk ke jeratan baru.

Manusia.

Untuk itu jangan serapi kalimat merdeka, cukup di letak kan di ujung bibir, jangan sampai masuk ke hati, pastikan untuk memaknai kata-kata merdeka sebagai ujung dari sebuah perjalanan yang lainya. Inilah konsep merdeka dalam benak saya, fragmen praktis yang mungkin berbelit-belit. Maka dari itu jargon-jargon tentang memaknai kemerdekaan dengan karya, kerja dan cinta adalah benar.

Merdeka itu kata ganti kalimat untuk memasuki sebuah prosa baru.

Perjalanan itu ke arah timur sedikit, kurang lebih 365 km dari tempat ini. Singgah di Malang untuk lanjut ke Banyuwangi. Dan yang menjadi pemicunya adalah kamu, pun sampai saat ini, masih terngiang bagai mana lidah ku memanggil Mu. Sekitar 6205 hari, itu jika di hitung secara global dan tanpa mengecualikan serapan-serapan yang terjadi di antaranya. Dan tiap-tiap kejadian itu hendaknya dimaknai secara bijaksana.(bulshit !!).

Banyak yang ter-rekam dan tiba-tiba menjadi makna. Makna menjadi merdeka adalah salah satu hal besar yang ter-rekam kini. Makna lainya adalah kamuflase antara manusia dan manusia.

Aku akan tetap merokok, karena semua tokoh revolusioner juga merokok, dan menurut ku itu keren. Tapi, aku sudah berhasil mengurangi nya, bukan, itu bukan demi kamu. Menurutku, merokok itu jangan terlalu banyak, jika terlalu banyak akan membuat sesak dada, begitu juga dengan merindumu. 

Jadi, sampai jumpa di kehidupan yang lain nya.



Ilustrasi, adalah gambar.

Jadi, ilustrasi itu apa ?

Pemahaman saya akan ilustrasi lebih banyak di peroleh dari observasi. Melihat dan memahami. 

Begitu pula dasar ilustrasi, dasar ilustrasi adalah observasi. Melihat dan memahami bentuk. Kemudian dengan dasar keinginan untuk mengkomunikasikan apa yang telah di lihat itu, kegiatan menggambar di mulai. Dari bentuk paling sederhana hingga detail yang sangat presisi. 

Di sini saya menganalogikan gambar sebagai hasil. Jadi yang di sebut gambar adalah hasil setelah kita melakukan kegiatan menggambar. Dan gambar yang berkelompok lebih dari satu objek, yang memiliki kandungan cerita adalah ilustrasi. ( mungkin - loh ). 

Karena menurut saya, " titik " itu pun bisa kita sebut sebagai gambar, dan jika " titik " tersebut berjumlah banyak, maka kita bisa tarik garis, dari situ akan muncul bentuk, dari bentuk itu kita yang melihat akan mulai mencari maksud. Dan dari bentuk yang mengutarakan maksud tersebut, samar terdapat komunikasi antara pembuat dan yang melihat. Menurut saya seperti itulah ilustrasi. 

Kemudian tujuan untuk " kegunaan " juga memberikan andil dalam proyeksi hasil akhir ilustrasi tersebut. Seperti yang pernah kita bahas sebelumnya, ada dalam masa peradaban mesir atau sebelum nya. Tentang peninggalan berupa gambar yang di pahat ( di gambar ) pada bidang tertentu. Gambar itu terdapat pengulangan-pengulangan bentuk dan berderet. Kemudian kita menyebut nya simbol. Karena setelah di ketahui, tiap-tiap gambar menyimbolkan arti tertentu. Dan jika gambar atau simbol itu di pahat ( di gambar ) dengan sistem tertentu. Dengan berderet, kita bisa mengetahui maksud gambar-gambar tersebut. Ini lah ilustrasi. Dan hieroglif adalah simbol-simbol yang awalanya adalah gambar yang di sederhanakan dengan bentuk paling signifikan untuk mewakili atau mengkomunikasikan  kondisi tertentu menjadi sebuah tulisan. Kemudia ber evolusi menjadi abjad, huruf, dan kalimat. Seperti yang kita gunakan sekarang pada jaman modern ini.

















credit picture : Google

Ilustrasi, Apa dan Bagaimana.

Backsound
Air on G string 
by : Johann Sebastian Bach

4.28 bukan lah pukul yang bisa di nalar dengan mata yang masih menatap layar monitor. Mungkin insomnia ini sudah kadung berkarat. Tapi okelah, saya akan menulis tentang Ilustrasi.

Ilustrasi berasal dari bahasa latin, yaitu ilustrate yang berarti " menjelaskan ". Dalam bahas inggris di sebut " Illustration ", yang berarti kurang lebih " menghias ". Ilustrasi adalah penekanan makna yang menjelaskan bentuk, kondisi atau kejadian dalam bentuk gambar. Atau merupakan suatu elemen tambahan berbentuk gambar atau foto sketsa sebuah kejadian yang dapat menunjang penjelasan konteks terekam yang hendak di sajikan dalam sebuah media.

Ilustrasi menurut saya adalah bahasa yang kegunaan komunikasi-nya lebih luas dari pada sebuah kalimat. Dalam sebuah konteks komunikasi, diskripsi lisan akan menimbulkan presepsi dari bentuk komunikasi tersebut. Bias akan terbentuk dalam sebuah komukasi untuk menggambarkan deskripsi yang di maksud dalam sebuah komunikasi. Komunikasi yang hanya di lakukan one by one, ' contoh : komukasi antara aku dan kamu. Deskripsi bentuk di bantu oleh penggalan pengalaman dalam hidup.

Seperti saat kita sedang berbicara ber-dua membicarakan tentang perjalanan naik kereta. Masing-masing individu akan langsung merefleksikan isi komukasi tentang kereta dengan pengalaman hidup mereka masing-masing. Sedang kan pokok bahasan kereta dalam komukasi tersebut belum tentu sama detail deskrisinya. Di sini peran ilustrasi di perlukan. Seperti acuan foto, atau hasil browsing atau sketsa kasar di atas kertas.



Bagaimana jika komunikasi itu di peruntukan untuk lebih dari satu. Diskusi misalnya, maka narasumber akan lebih mudah berkomukasi dengan menggunakan alat bantu untuk menunjang pokok-pokok komunikasi-nya. Seperti poster, slide yang di proyeksikan dengan proyektor. Menurut saya, alat bantu tersebut ( yang eksekusinya 2D, gambar ) termasuk dalam kategori ilustrasi.




Kemudian Media. 
Media membutuhkan ilustrasi untuk menunjang bagaimana media tersebut ingin meng-komunikasi-kan informasi yang sedang mereka rilis. Bisa dalam betuk foto atau pun sketsa gambar. Media yang saya bicarakan ini salah satu contohnya adalah koran, dan info web. Ilustrasi menjadi sangat penting dalam kasanah ini. Di karenakan dengan hadirnya ilustrasi, komukasi yang di rilis media akan menjadi sangat kuat deskripsi informasinya.

Ilustrasi juga menjadi titik balik dalam sebuah informasi dalam menyibakkan bias yang terkandung dalam setiap kalimat, atau tulisan. Dalam dunia modern, ilustrasi di gunakan untuk menunjang bukan hanya deskripsi sebuah informasi, namun juga maksud tujuan yang di inginkan dalam informasi yang di komunikasikan tersebut. Alih-alih sebuah strategi MARKOM, Marketing Komunikasi. Dalam hal bisnis itu adalah value yang bisa membentuk pasar. Ilutrasi menjadi sangat kuat kegunaanya. Dalam hal ini ilustrasi menjadi bentuk yang tidak lagi sederhana. Dirancang sedemikian rupa agar menunjang jargon yang di angkat.




Oke, oke, mari kita membahas ilustrasi dari kacamata gambar.

Ilustrasi dalam bentuk yang paling sederhana telah di kenal oleh nenek moyang kita. Padahal pada jaman itu bentuk jual beli saya kira belum lah ada. Jadi tujuan ilustrasi atau gambar yang di buat oleh mereka adalah memori. Seperti contoh, ilustrasi gambar pada dinding-dinding gua. Banyak di temukan menggunakan pewarna alami. Bentuk-bentukan nya juga belum mengandung unsur ke-tiga alias inside selling bahasa keren nya. Ilustrasi gambar binatang, pohon, bentuk manusia, dan unsur-unsur alam seperti gunung, laut, dsb.

Mereka, para nenek moyang ini menggunakan sistem cap tangan untuk menghasilkan gambar ilustrasi tersebut. Dengan hanya satu warna saja mereka mencoba mendiskripsikan apa yang mereka lakukan sehari-hari, atau apa yang mereka ketahui dalam lingkup sekitar mereka. Hal-hal yang terekam dalam kehidupan mereka di goreskan pada dinding gua. Tujuannya apa ? ilustrasi gambar mereka adalah rekaman visual dari apa yang mereka lakukan pada masanya. Hal tersebut bukan lah sesuatu yang besar saat mereka masih hidup, akan tetapi pada masa sekarang, rekaman visual yang mereka torehkan pada dinding gua tersebut adalah peninggalan besar.

Karena dari ilustrasi tersebut kita jadi mengetahui beberapa informasi. Bisa lah sekiranya kita mengatakan bahwa ilustrasi pada dinding gua tersebut adalah bentuk komunikasi rekam yang tertinggal dari nenek moyang kita untuk kita. Beda dengan komunikasi yang di lakukan dengan bahasa secara langsung, alias bicara, ataupun bercerita.   




Mari kita beranjak ke jaman ilustrasi yang agak modern.

Ketika jaman berubah, ilustrasi pun berubah mengiringi kebutuhan dari kepentingan manusia-manusia yang hidup di jaman nya. Seperti pada masa-maas kerajaan, mesir salah satunya, meninggalkan bentuk ilustrasi yang di pahat pada tembok, dan bahasa muncul di sana. Alhasil ilustrasi yang mewakili bentuk tertentu itu berangsur-ngsur menjadi tulisan. Hierioglif namanya, dan ber angsur-angsur menjadi huruf, abjad yang kita kenal saat ini. Dan kecenderungan manusia untuk di puja menghasilkan patung-patung dengan skala dan detail menakjubkan. Dan anda pasti tau, untuk menghasilkan itu di perlukan rancangan-rancangan yang tentunya berbentuk gambar ilustrasi.

Dan pada tahun-tahun berikutnya, ilustrasi menjadi hal penting - tidak penting.

Dokumen gambar : Google.

Design Movie

Definisi film menurut saya adalah sejumlah image yang di bingkai frame dan di sajikan hidup. Di pahami dengan cara melihat, kemudian di serap nalar.

Menurut saya film tidak saja hiburan yang di butuhkan hanya utuk merefresh otak, tapi bisa juga untuk media pembelajaran. Dalam dunia kreatif, seperti Graphic Design atau Ilmu Komunikasi Visual, menggunakan film sebagai media representatif untuk memperkaya kasanah termasuk ide yang brilian. Anggap saja film2 animasi yang berbasis dewasa ataupun anak2. Tak jarang kita menemukan konsep2 pewarnaan atau bentuk di dalamnya. Atau pun yang jelas berbasis edukasi, seperti banyak film dokumenter tentang studi kasus desain atau pun proses tentang desain.

Berikut ini akan saya share film2 tentang Desain Grafis atau pun Komunikasi Visual. Beberapa di antaranya sudah saya tonton dan ada yang masih berada dalam list bookmark.


1.  Design and Thinking (2012)

Design and Thinking merupakan film dokumenter yang meneliti tentang bagaimana desain dapat mempengaruhi dunia bisnis sampai sekarang serta kehidupan sosial. Di Sutradarai oleh Mu-ming Tsai dan dirilis tahun 2012. Film yang bisa menjadi inspirasi bagi kamu, apalagi baru terjun dalam dunia desain grafis.

Dalam videonya, kamu akan melihat wawancara langsung pada orang-orang berpengaruh terhadap dunia desain, seperti: Bill Modridge, Cory Smith dan lainnya.

Susah cari link download nya ? ini ada link yutubnya kok, Durasi full. :D



2. Helvetica (2007)

Helvetica adalah film dokumenter yang menceritakan tentang tipografi dan desain grafis. Film ini sangat wajib kamu tonton karena penggunaan tipografi tidak bisa di pisahkan dalam dunia desain.  

Dalam film ini, disajikan perjalanan untuk mengetahui sejarah dari jenis font helvetica itu sendiri, serta bagaiman ia bisa mengubah dunia desain grafis. Selain itu, kamu juga disuguhkan fitur wawancara terhadap desainer terkenal, salah satunya David Carson.

Lihat yutubnya juga ada  


3. Why Man Creates (1968)

Pernahkah kamu bertanya, apakah sebenarnya manusia bisa kreatif secara alami ? jika penasaran. Silahkan nonton film dokumenter ini. Film yang berdurasi 25 menit ini dirilis tahun 1968, ditulis oleh Saul Bass dan Mayo Simon. Selain itu film ini pernah memenangkan Academy Award untuk kategori film pendek  pada jamannya. 

Filmnya menceritakan proses terjadinya kreatifitas mulai dari zaman purba yang belum mengetahui apa-apa hingga tidak sengaja mendapa solusi, proses terjadinya ide pada progress pekerjaan dan masih banyak lagi. Saya sangat menyarankan untuk menonton film ini, banyak asupan ide di dalamnya.

Yutubnya : 




4. Objectified (2009)

Objectified adalah film dokumenter yang meneliti tentang benda atau objek yang biasa dipaka sehari-hari, serta orang-orang yang merancangnya. Film ini disutradai oleh Gary Hustwit yang merupakan episode ketiga dari seri Design Trilogy. Kalau yang pertaman adalah Helvatica dan ketiga Urbanized sentara ini yang ke 2.

Ada fitur wawancara dengan orang terkenal dalam dunia desain, untuk membantu menjelaskan objek dan konsepnya.

Yutubnya : 


5. Art & Copy (2009)

Art & copy adalah film dokumenter yang dirilis tahun 2009 dan di sutradai oleh Doug Pray. 
Film ini membahas tentang industri periklanan (advertising), serta mendiskusikan tentang iklan terpopuler sepanjang masa. Jadi bagi desainer grafis apalagi yang memasuki dunia periklanan, wajib menonton film ini.

Yutub :



Sebenarnya masih banyak lagi film2 mengenai dunia desain, grafis, markom, product, atau arsitektur. Film2 tersebut mengungkap banyak riset dan proses2 kreatif   yang terkadang jauh dari pengetahuan kita. 

Illustrasi Denah

Dalam desain interior di butuhkan illustrasi untuk memperjelas konsep rancang bangun. Seperti konsep awal bentuk bangunan. atau denah ruangan dalam bentuk jadi. Dan tentu saja, final touching yang di kerjakan setelah render ruangan atau bangunan tersebut.  

Dalam hal ini akan saya tunjukan beberapa hasil desain illustrasi saya dalam bentuk DENAH rancang bangunan tampak atas. Yang sering di sertakan dalam pengajuan desain interior atau perancangan bangunan. 

Berikut ini beberapa desain yang pernah saya kerjakan. Jika kamu punya projek serupa dan mengingikan saya untuk membuat illustrasi yang sama, jangan sungkan, email saja ya !! :)






Packaging

Beberapa produk memang membutuhkan packaging / bungkus yang menarik. Itu adalah salah satu strategi pemasaran dalam menarik konsumen. Karena hal tersebut adalah point pertama yang terlihat sebelum konsumen membeli produk tersebut. 


Packaging atau disebut juga kemasan adalah suatu wadah untuk meningkatkan nilai dan fungsi sebuah produk.
Ada beberapa fungsi dari kemasan :
1. Melindungi kualitas produk
2. Membuat produk tahan lebih lama
3. Sebagai sarana komunikasi produk dan branding kepada konsumen
4. Membantu distribusi produk dari produsen sampai ke tangan konsumen
5. Membantu produk dapat diproduksi secara massal
6. Menjadi pemicu minat beli dengan merangsang lima pancaindra konsumen sampai ada keputusan membeli dan menggunakan produk
Jadi penampilan produk yang dibuat cantik, desain yang menarik, kemasan yang dicetak dengan bahan yang terjamin dan indah, apalagi ada nama brand-nya, produk tersebut bisa langsung naik harga jualnya, melebihi saingannya dan produk sejenis yang lainnya yang ada dipasaran. Ini adalah salah satu fungsi strategis packaging yang sifatnya mampu memberikan positioning atau penempatan baru dan leverage atau daya ungkit bagi sebuah produk.
Berikut ini adalah beberapa desain packaging yang pernah saya kerjakan. 
Oh ya, saya juga bersedia membuat desain serupa untuk produk kamu,
langsung email Aja ya !! :)





Logo

Sebuah logo yang saya buat untuk usaha teman saya.

Bergerak di bidang konsultasi interior desain dan manufactur ( Baca : pertukangan ), teman saya bercerita tentang usaha nya. Walaupun bergerak di sektor freelancer, tapi dia ingin tetap terlihat profesional. Dan yang sangat memberikan kesan adalah, teman saya ini mahir ( expert ) dengan Sketch-Up, salah satu software rancang bangun untuk interior dan furniture.  

Pengembangan bentuk logonya di buat se-simple mungkin. Agar dapat mewakili secara relevan dan tepat dengan apa yang di kerjakan. 

Nama yang dia pilih adalah CORNER DESIGN












Dari beberapa pilihan dari sketch dasar akhirnya terpilihlah bentuk seperti di atas. Cuikup simpel dan mudah di ingat. Dari logo dasar, proses di lanjutkan ke penjabaran bentuk logo selanjutnya.



Mendapatkan dollar dengan aplikasi WHAFF

Pertama kali saat saya mengetahui tentang aplikasi ini,  note nya adalah : Mendapatkan dollar dengan cara mudah dan praktis. Tapi setelah praktek sendiri, memang mudah sekali menjalankanya. Untuk itu mari kita bahas dulu apa itu WHAFF REWARDS. 

WHAFF Rewards adalah sebuah aplikasi android yang memungkinkan bagi para pengguna smartphone dan tablet android untuk mendapatkan imbalan / komisi dollar dengan cara download aplikasi, menjalankan aplikasi, mempertahankan aplikasi di perangkat android atau bermain game yang di sarankan oleh WHAFF. Tentunya ini akan menjadi kabar gembira para pengguna android yang ingin memanfaatkan perangkatnya untuk mendapatkan imbalan serta rekomendasi aplikasi & game menarik dari WHAFF.

Aplikasi ini bisa di download langsung di GOOGLE PLAY menggunakan smartphone atau tablet android yang sobat miliki. WHAFF ini merupakan aplikasi reward sejenis CASH PIRATE dan TAP CASH. Berdasarkan pengamatan saya pribadi WHAFF rewards inilah yang paling mudah di gunakan.

Apa saja yang di perlukan untuk menjalankan aplikasi ini ?
  • Smartphone / Tablet android : Untuk saat ini WHAFF hanya tersedia untuk android, tidak bisa menggunakan Emulator Android di PC sejenis Bluestacks.
  • Memerlukan akun Facebook untuk Sing In pertama dan kemudian log on untuk seterusnya, dan  memulai mendapatkan reward.
  • Koneksi internet jelas di perlukan, tapi jangan khawatir, hari gini banyak warkop ber wifi. Cukup segelas kopi, dan kamu bisa menjalankan WHAFF. 
  • Rekening PayPal. untuk mencairkan dana yang di dapat dari reward WHAFF, di butuhkan akun paypal. Minimum sadlo yang di butuhkan adalah 10$, atau dapat di gunakan untuk Gift card ( Amazon Gift card, Facebook Gift card, Google Play Gift card, dll ) atau juga bisa di tukar dengan pulsa.
Berikut ini tampilan aplikasinya : 



TInggal download, kemudian install aplikasinya, Sign In menggunkan aplikasi Facebook, kemudian tunggu sampai selesai, Jika sudah masuk kedalam aplikasi WHAFF, jangan lupa untuk memasukkan kode undangan FQ31684. 

Ingat ya sobat, jangan lupa untuk memasukkan kode undangan tersebut, FQ31684. Ini adalah kode undangan milik akun saya. Kenapa harus memasukkan kode tersebut ? Hal ini untuk medapatkan bonus awal untuk akun milik sobat sendiri. 

Dengan memasukkan kode undangan ini, sobat akan mendapatkan reward sebesar 0,30$ dari akun saya. Demikian juga saya akan mendapatkan reward, jika sobat memasukkan kode undangan FQ31684 pada awal aktifasi akun WHAFF. Jadi fair kan ? sobat mendapat bonus awal, demikian juga saya. 



Jadi sekarang sobat telah mendapatkan tabungan awal sebesar 0,03$ dengan memasukan kode FQ31684, Lumayan kan ?!!. Setelah itu, yang perlu di lakukan adalah cukup dengan download aplikasi ataupun menjalankan aplikasi yang di rekomendasikan oleh WHAFF, seperti download aplikasi chatting, menjalankan game, dowload berbagai aplikasi foto editor, dll. 

Komisi reward yang di dapat juga akan berbeda-beda, mulai dari 0,1$ sampai 0,5$, dan yang tertinggi bisa mencapai 1$, sekali instal / menjalankan aplikasi. 

Selain itu, ada juga WHAFF LOCKER, yang memberikan pilihan menginstall aplikasi dengan reward yang lebih tinggi. Tapi untuk yang ini, hanya sekali install saja, tidak ada reguler reward. ( reward yang di dapat setiap hari, dalam jangka waktu tertentu, dengan hanya menjalankan aplikasi beberapa menit saja ). 

Kemudian ada juga Reward untuk KEHADIRAN, tinggal klik untuk cek kehadiran setiap harinya, sobat sudah mendapatkan reward. 

So, mudah saja kan ? Sobat bisa menjalankan aplikasi ini di mana saja, atau sambil ngopi dan kongkow bersama teman. Tinggal download aplikasi WHAFF di google play, dan mainkan. Jangan lupa untuk memasukkan kode undangan saya : FQ31684. 

Selamat berburu dollar, cherss .

Interior

KITCHEN SET, bagi mereka yang hobi memasak.

Kitchen Set adalah bagian dari rumah yang bagi sebagian orang mendapat perhatian khusus. Mungkin karena hobi memasak atau memang menginginkan interior keseluruhan yang menawan. 

Ada beberapa bentuk yang di kenal dalam membangun Kitchen Set, antara lain : Single Line, Double Line, L model, U model, G model, dan Island Model. Yang paling banyak di gunakan adalah Single Line dan Double Line, di karenakan anatomi rumah kebanyakan middle class. 

Point-point yang harus di perhatikan adalah, pengapian, pengairan dan pembuangan. Titik-titik tersebut harus di rencanakan dari awal, agar penataan jalur pada pondasi tidak berlawanan dengan penempatan perralatan dapur nantinya.

Semisal, untuk pengapian, berarti penempatan saluran gas, pembuangan asap dan sirkulasi udara harus di perhatikan sejak awal. Alangkah baiknya jika penempatan kompor ( pengapian ) di letakkan dekat dengan jendela, atau di buatkan lobang ventilasi agar sirkulasi tetap terjaga baik, dalam artian, saat memasak, asap dan bau yang muncul tidak terkumpul di area tersebut. 

Untuk daerah epidemi padat, biasanya area memasak tidak terlalu lebar. Ini di butuhkan manajemen ruang yang tepat guna. Sehingga akan tampak rapi, higienis, dan ergonometris.

Rapi : Semua barang tertata dan mendapat porsi tempat.

Higienis : dengan tertata-nya ruang, akan mengurangi kecenderungan penumpukan barang pada satu area, sehingga ruang memasak akan mudah di bersihkan, dan senantiasa tampak bersih.

Ergonometris : area-area penempatan, seperti almari, rak piring, dan lainya, tertata sesuai kebutuhan, sehingga mudah dalam jangkauan. Seperti - Piring untuk keseharian di letakkan pada rak yang di letakkan di area bawah, dan rak piring untuk sehabis cuci, di letakan di atas zink, dsb.

Berikut ini adalah desain yang pernah saya kerjakan, dengan model kitchen set double line. Pada dasarnya menggabungkan area memasak dengan area makan. Dengan cara seperti ini kita akan dapat memaksimalkan kebutuhan akan ruang, sehingga ruang terlihat lebar, tidak menggkungkung ( sempit ). 





Sebusur Kopi

Sebuah pagi dengan bentuk yang masih serupa hari kemaren, di temani beberapa list lagu dan secangkir kopi. Kepulan asapnya samar tertimpa cahaya mentari yang masuk dari jendela menerpa kamar, beradu dengan beat-beat tebal dari satu album milik Sepultura yang di putar dari winamp.

Parade baru, hari baru 

SELAMAT TAHUN BARU 2017 bagi pucuk-pucuk empedu dan linang-linang embun. Selamat ulang tahun dan beranjak menua. Dunia menua, tanah merenta, daun-daun berjatuhan, rintik hujan januari menyapa. Pledoi yang menjadi cerita pada tahapan-tahapan berikutnya. When it's done, and then come another gut's. 

Pada tahapan-tahapan kemarin, ada beberapa hal yang telah tercapai dan terselesaikan. Bukan perkara mudah, sesuatu yang menggumpal akan susah di urai bukan ? Kalau bukan benang, tentulah itu serupa lilitan kimia berdiorama minor. Tahun ini paradae baru terbuka, terjadi di karenakan parade lama yang terselesaikan. Oh, memang seperti itu yang terus terjadi.  Berulang, melingkar, kemudian menjadi lilitan cerita yang menemani hidup seseorang. 

Terkadang dalam sebuah cerita, ada janji-janji nostalgia. Seperti sepoi angin pada cahaya purnama. Seperti diagram ombak lautan yang mencintai daratan, dan meninggal kan buih setiap kali menerpanya. Begitu juga perjalanan, ada janji di dalamnya, ada hadiah di akhirnya. Hanya terkadang itu menjadi bait lagu yang kemudian di nyanyikan banyak orang. Hingga bingar, dan menjadi gema dimana-mana. Sebuah gema yang terjadi bukan di antara gemuruh penonton bola, saat tim kesayangan nya menjebol gawang lawan, atau sing along yang di sertai dengan  loncatan indah ke arah kerumunan penonton pada dialektika pertunjukan musik underground. Sebuah gema yang berulang dan di bawa angin ke segala penjuru. Dan pada akhirnya gema adalah gema, tak lagi jelas, tak lagi membawa pesan. Tak lagi berisi bitiran halus alkimia air pada sepoi angin, seperti bau tanah yang menyeruak, ketika langit hendak menurun kan hujan. Dan hadiah yang di janjikan pada bait akhir nyanyian tersebut Sirna. Hilang. Tidak ada. Kosong. Nol. Zero. 

Dan tibalah ketika bibir mengecap tetes an terakhir dari segelas kopi, 
berasa butiran-butiran sisa Coffea canephora yang bercampur dengan glukosa padat, yang diseduh bersamaan dengan air panas. Nikmati dengan berlahan, dan ketika yang tertinggal adalah pahit, hadapilah dengan tarikan pada batang rokok mu, dan hembus kan asap nya ke atas, agar terbentuk gumpalan asap-asap tembakau yang abstrak. Seperti itulah kehidupan, perjalanan, pada titik di mana kebenaran menjadi abstrak. Ucapkan dalam hati, pelan saja, lirih .. ucapkanlah Allhamdullilah, hari ini masih ada udara bergerak di antara paru-paru mu, dan nadi mu masih merasakan denyut jantung yang dikirim empedu pada ujung Gastrin.




I want to feel, sunlight on my face, See that dust cloud disappear without a trace, I want to take shelter from the poison rain ,Where the streets have no name ... "  
Taken from : U2 - The Joshua Tree ( 1987 ) : Where The Streets Have No Name

Catatan di Pinggir Hari

09 Juli 2015

" Busur pada ilalang yang jauh hingga matahari letih bertanya. "

" Binar cahaya itu ada di ujung kesederhanaan, aku percaya hal itu. Hanya terkadang ketidaksadaran akan kesinambungan menjadi sebuah penantian yang tak kunjung datang. Bilah-bilah suara secara terpisah memberi petunjuk hingga hilang nya arah. Kemunafikan dipicu oleh 
ketidak berdayaan manusia akan ego dan arogansi. Tentang gairah pada setiap kemungkinan-kemungkinan pragmatis yang direnggut paksa hanya karena iming-iming keharmonisan dan kepercayaan yang berbuah kepingan-kepingan. Sungguh manusia tanpa batas telah memberi batas di atas udara tempat mereka berbagi nafas. 

Dogma kembali dari puing-puing sebagai puing-puing, sebatas janji dan kesadaaran akan dosa. Buaian lembut dewi-dewi dalam bejana seksualisme mecandu dalam tiap titian ke hampaan. Keberanian hakiki menjadi satu-satunya alasan untuk berada dalam ke alfaan. Dan itu setara batre 5watt yang di jual terpisah pada senternya. "

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H, yang gak puasa selamat ngopi saja. 

the Inspiration : Saul Bass




Saya pertama kali mengenal nama Saul Bass pada sebuah majalah desain. Adapun kata-katanya yang menginspirasi saya adalah : " Design is thinking made visual ". Itu terlihat dari karya-karya beliau, yang menurut saya cukup tepat dan padat dalam mengkomunikasikan bentuk. 

Biografi ini saya comot dari http://designmuseum.org/design/saul-bass, 

SAUL BASS (1920-1996) was not only one of the great graphic designers of the mid-20th century but the undisputed master of film title design thanks to his collaborations with Alfred Hitchcock, Otto Preminger and Martin Scorsese.

When the reels of film for Otto Preminger’s controversial new drugs movie, The Man with the Golden Arm, arrived at US movie theatres in 1955, a note was stuck on the cans - "Projectionists – pull curtain before titles".

Until then, the lists of cast and crew members which passed for movie titles were so dull that projectionists only pulled back the curtains to reveal the screen once they’d finished. But Preminger wanted his audience to see The Man with the Golden Arm’s titles as an integral part of the film.

The movie’s theme was the struggle of its hero - a jazz musician played by Frank Sinatra - to overcome his heroin addiction. Designed by the graphic designer Saul Bass the titles featured an animated black paper-cut-out of a heroin addict’s arm. Knowing that the arm was a powerful image of addiction, Bass had chosen it – rather than Frank Sinatra’s famous face - as the symbol of both the movie’s titles and its promotional poster.

That cut-out arm caused a sensation and Saul Bass reinvented the movie title as an art form. By the end of his life, he had created over 50 title sequences for Preminger, Alfred Hitchcock, Stanley Kubrick, John Frankenheimer and Martin Scorsese. Although he later claimed that he found the Man with the Golden Arm sequence "a little disappointing now, because it was so imitated". 

Even before he made his cinematic debut, Bass was a celebrated graphic designer. Born in the Bronx district of New York in 1920 to an emigré furrier and his wife, he was a creative child who drew constantly. Bass studied at the Art Students League in New York and Brooklyn College under Gyorgy Kepes, an Hungarian graphic designer who had worked with László Moholy-Nagy in 1930s Berlin and fled with him to the US. Kepes introduced Bass to Moholy’s Bauhaus style and to Russian Constructivism.

After apprenticeships with Manhattan design firms, Bass worked as a freelance graphic designer or "commercial artist" as they were called. Chafing at the creative constraints imposed on him in New York, he moved to Los Angeles in 1946. After freelancing, he opened his own studio in 1950 working mostly in advertising until Preminger invited him to design the poster for his 1954 movie, Carmen Jones. Impressed by the result, Preminger asked Bass to create the film’s title sequence too.

Now over-shadowed by Bass’ later work, Carmen Jones elicited commissions for titles for two 1955 movies: Robert Aldrich’s The Big Knife, and Billy Wilder’s The Seven Year Itch. But it was his next Preminger project, The Man with the Golden Arm, which established Bass as the doyen of film title design.

Over the next decade he honed his skill by creating an animated mini-movie for Mike Todd’s 1956 Around The World In 80 Days and a tearful eye for Preminger’s 1958 Bonjour Tristesse. Blessed with the gift of identifying the one image which symbolised the movie, Bass then recreated it in a strikingly modern style. Martin Scorsese once described his approach as creating: "an emblematic image, instantly recognisable and immediately tied to the film".

In 1958’s Vertigo, his first title sequence for Alfred Hitchcock, Bass shot an extreme close-up of a woman’s face and then her eye before spinning it into a sinister spiral as a bloody red soaks the screen. For his next Hitchcock commission, 1959’s North by Northwest, the credits swoop up and down a grid of vertical and diagonal lines like passengers stepping off elevators. It is only a few minutes after the movie has begun - with Cary Grant stepping out of an elevator - that we realise the grid is actually the façade of a skyscraper.

Equally haunting are the vertical bars sweeping across the screen in a manic, mirrored helter-skelter motif at the beginning of Hitchcock’s 1960 Psycho. This staccato sequence is an inspired symbol of Norman Bates’ fractured psyche. Hitchcock also allowed Bass to work on the film itself, notably on its dramatic highpoint, the famous shower scene with Janet Leigh.
Assisted by his second wife, Elaine, Bass created brilliant titles for other directors - from the animated alley cat in 1961’s Walk on the Wild Side, to the adrenalin-laced motor racing sequence in 1966’s Grand Prix. He then directed a series of shorts culminating in 1968’s Oscar-winning Why Man Creates and finally realised his ambition to direct a feature with 1974’s Phase IV.
When Phase IV flopped, Bass returned to commercial graphic design. His corporate work included devising highly successful corporate identities for United Airlines, AT&T, Minolta, Bell Telephone System and Warner Communications. He also designed the poster for the 1984 Los Angeles Olympic Games.

To younger film directors, Saul Bass was a cinema legend with whom they longed to work. In 1987, he was persuaded to create the titles for James Brooks’ Broadcast News and then for Penny Marshall’s 1988 Big. In 1990, Bass found a new long term collaborator in Martin Scorsese who had grown up with – and idolised - his 1950s and 1960s titles. After 1990’s Goodfellas and 1991’s Cape Fear, Bass created a sequence of blossoming rose petals for Scorcese’s 1993’s The Age of Innocence and a hauntingly macabre one of Robert De Niro falling through the sinister neons of the Las Vegas Strip for the director’s 1995’s Casino to symbolise his character’s descent into hell.

Saul Bass died the next year. His New York Times obituary hailed him as "the minimalist auteur who put a jagged arm in motion in 1955 and created an entire film genre…and elevated it into an art."


Sumber : DesignMuseum.org